Aren’t You Forgetting Something?

Yu Pingsheng tidak bisa menyantap makan siangnya dengan tenang.

 

Penyebabnya?

 

(selipkan suara garpu dan sendok yang diletakkan menyilang di atas piring di sini)

 

“Kau lupa berkedip.”

 

Barulah Su Guangmo—penyebab utama ketidaknyamanannya—berkedip cepat. Yu Pingsheng menghela napas lega diam-diam. Ia baru akan melanjutkan makan siangnya ketika ‘Kakak’-nya buka mulut, “Ngerasa lupa sesuatu enggak?”

 

Tangan yang diniatkan memotong daging steak berhenti bergerak. Mata hitam menatap kosong potongan steak yang sudah seperempat termakan.

 

Lupa… sesuatu?

 

Hening.

 

Su Guangmo masih belum menyentuh makan siangnya.

 

Lampu bohlam mini imajiner menyala di atas kepala Yu Pingsheng. “Ah, aku ingat sekarang. Memang ada yang kelupaan.”

 

Wajah Su Guangmo yang semula segelap awan mendung berubah cerah dalam sekejap.

 

“Aku lupa ngembaliin power bank-nya Ah-Shu. Udah berapa hari kubawa, ya…”

 

Seketika, dahi Su Guangmo bertemu dengan telapak tangannya. Entah berimajinasi atau tidak, tetapi ia seperti mendengar suara tawa Ah-Shu dari kejauhan…

Please Don’t

“Ah Shu, jangan ajari Xiao Han yang enggak-enggak.”

 

Ah Shu—Xie Shurong—berkedip cepat. Senyum tanpa dosa trademark-nya masih tertempel di wajah. Ada noda cokelat di ujung bibirnya. “Hm? Emang aku ngajarin apa ke Xiao Han?”

 

Bai Xuan menghela napas. Panjang dan lelah. Tangannya bergerak otomatis menyeka sisa cokelat di ujung bibir Xie Shurong. “Barusan, dia nagih cokelat ke Qin Mo.”

 

“UHUK—“

 

“Qin Mo kebingungan banget keliatannya. Apalagi pas Xiao Han ngomong, ‘Memang kalau di sini, kamu enggak ngasih cokelat ke orang yang kamu suka pas Valentine?’” Bai Xuan menirukan nada suara Xiao Han, hampir persis seperti aslinya. Yang berbeda hanya mimik wajah mereka; Xiao Han dengan wajah minim ekspresi nan polosnya, sedangkan Bai Xuan dengan raut wajah ‘babysitter kelelahan mengasuh anak kecil’-nya.

 

Xie Shurong terbatuk. Keras. Lalu lanjut tertawa dengan bahu gemetar, cokelat yang sudah tergigit separuh digenggam erat.

 

Lagi-lagi, Bai Xuan menghela napas—sama panjangnya, sama lelahnya. Tak tahu lagi harus berkata, apa, ia tersenyum kecil dan menepuk kepala Ah Shu. “Hati-hati makan cokelatnya, jangan sampai tersedak.”

 

Puas tertawa, Xie Shurong mengangguk pelan seraya menyeka air mata. Senyum di bibir berubah menjadi cengiran lebar.

 

“Makasih banyak cokelatnya, Aifei~”

 

Kini giliran Bai Xuan yang tersedak.

Where is My Chocolate?

Xiao Han mengulurkan tangannya. Seperti biasanya, wajahnya minim ekspresi.

 

Mendadak ‘ditodong’ seperti itu, rentetan tanda tanya muncul di kepala Qin Mo. Ini anak satu maunya apa? Malak? Ngajak makan siang? Atau gimana?

 

Namun belum sempat Qin Mo bertanya, Xiao Han lebih dulu bertanya—dengan super inosennya, “Kamu enggak ngasih aku cokelat?”

 

Hening.

 

Ponsel yang semula Qin Mo genggam jatuh ke pangkuannya.

 

Kedap-kedip dua kali.

 

Lalu—

 

“—buat apa aku ngasih kamu cokelat?”

 

“…karena sekarang Valentine?”

 

Hah. “Ya terus hubungannya apa—“

 

“Memang kalau di sini, kamu enggak ngasih cokelat ke orang yang kamu suka pas Valentine?” Lagi-lagi, pertanyaan terucap. Dengan nada kelewat polos. Qin Mo merasa sedang menghadapi cecaran pertanyaan anak kecil yang selalu ingin tahu. Untuk suatu alasan, pipi Xiao Han terasa menggoda untuk dicubit—tunggu sebentar.

 

Barusan dia bilang apa?

 

Ngasih cokelat ke orang yang kamu suka?

 

Engsel Qin Mo serasa rusak. Rahang bawahnya menolak untuk menutup. Mulutnya menganga, matanya melebar.

 

Merasa situasi sudah semakin hopeless, Bai Xuan memutuskan sudah waktunya memisahkan mereka berdua.

 

Kalau tidak begitu, takutnya Qin Mo yang korslet di tempat…

Crosspost Fanfic (+curcolan)

Jadi, belakangan ini, hayati lagi keranjingan baca danmei Saking keasyikannya jadi prokras ngerjain proposal skripsi orz. Dari sekian banyak danmei yang sekarang masuk list bacaan, ada satu judul yang bikin desperate nyari fanwork-nya (tapi ga ketemu-ketemu QAQ).

Judulnya? God Level Summoner. Special thanks buat Rainbow Turtle Translations yang udah nerjemahin novelnya sampai chapter 301~

Saking desperate-nya, akhirnya bikin fanfic sendiri Derita fangirl hobi gentayangan ke pinggiran ya begini ini orz orz. Selamat menikmati kumpulan drabble random buat hari Valentine yang kelewat telat ini~

Forgetting Something?

( AO3 )

Chapter List: 

  1. Where is My Chocolate? – Xiao Han/Qin Mo
  2. Please Don’t – Xie Shurong/Bai Xuan
  3. Aren’t You Forgetting Something? – Su Guangmo/Yu Pingsheng

Warning: 

  • Koleksi drabble. Jumlah kata per-chapter sekitar ~200 kata.
  • Banyak makhluk gak dan/atau gagal peka.

Disclaimer:

  • God Level Summoner (c) Die Zhiling

Thank you in advance~

10 Kalimat yang Jangan Pernah Diucapkan kepada Penulis

Yang terakhir itu…

…beneran go to hell aja deh.

 writer-rant-1

Berikut adalah daftar 10 kalimat yang sebaiknya jangan diucapkan ke penulis. ^_^

“Buku kamu baru terbit, ya? Aku minta satu ya, yang gratis tis tis! Boleh kan?”

1

Ngarep!

“Wah, sekarang kamu jadi penulis ya? Tulisin kisah hidup aku, dong!”

2

Hmmm…. hidup kamu enggak semenarik yang kamu bayangkan. Sori.

“Gue udah baca ceritalu. Lumayan bagus, tapi kalau endingnya diubah jadi begini dan begitu kayaknya tambah oke.”

3

Oke deh. Makasih.

“Eh, kalau menulis buku dapat royaltinya berapa sih? Hah? Segitu doang?”

4

Iya, emang cuma segitu doang! Terus elu mau ngajakin gue berantem? Gitu?

“Naskah kamu dikirim ke penerbit mana? Oh penerbit itu. Mereka kan penerbit kecil ya?”

5

So what?

“Buku kamu sudah pernah ada yang bestseller belum?

6

Belum ada dan aku masih tetap bahagia.

“Aku kepingin banget jadi penulis, tapi aku enggak pernah punya waktu untuk menulis.”

7

Helloooow, kami juga punya banyak kegiatan kok, dan kami masih punya waktu untuk menulis.

Lihat pos aslinya 69 kata lagi

Pengertian SHU (Sisa Hasil Usaha) Koperasi, rumus pembagian usaha dan prinsip pembagiannya

kristantoword

Pengertian SHU (Sisa Hasil Usaha) Koperasi, rumus pembagian usaha dan prinsip pembagiannya

Berikut ini diuraikan secara kompleks arti dari sisa hasil usaha dalam koperasi atau yang lebih dikenal dengan (SHU) koperasi. SHU Koperasi adalah sebagai selisih dari seluruh pemasukan atau penerimaan total (total revenue ) atau biasa dilambangkan (TR) dengan biaya-biaya atau biaya total (total cost) dengan lambang (TC) dalam satu tahun waktu. Lebih lanjut pembahasan mengenai pengertian koperasi bila ditinjau menurut UU No.25/1992, tentang perkoperasian, Bab IX, pasal 45 adalah sebagai berikut:

• SHU koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurang dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lain termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.

• SHU setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan koperasi, serta digunakan untuk keperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan koperasi, sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.

• Besarnya pemupukan modal dana cadangan ditetapkan dalam…

Lihat pos aslinya 704 kata lagi

[Romaji] Link

JMugic

Link
vocal:amatsuki, kony, kashitaro ito, un:c, hashiyan
Music:LeftyMonsterP
Illust:Kuushin
Movie:Not-116
Mix:taruto
http://www.nicovideo.jp/watch/sm21582066

Nayande mayotte sagashite kita
Yume no naka ni bokura wa iru nda
10-nen-go mata waratte hanaseru
Son’na toki o tsukurou

Put your hands in the air
Pick up the chance
Let’s sing a song

Put your hands in the air
We are the one
Circle of Friends!!!

Hajimari wa sou
Sasaina koto
Mune ni mebaeta
Shoudou wa

Toki to tomoni
Ōkiku nari
Ugokidashita
Story

Achira kochira
Chirabatta Peace
Hitotsu hitotsu
Tsunagi awase

Mita koto no nai
Keshiki ga mitai
Son’na fuuni
Omotta nda

Hitoride wa kon’na
Yume wa mirenai yo
Kimi ga ite kuretakara
Kyou mo

Fuan datta nda
Kurayami no naka de
Kantan’na kiggari
Tsukanda nda piece

Utatte utatte
Koe no kagiri ni
Kono kuukan o
Hitotsu ni shitai nda

Sou yatte mata
Hito wa dare ka to
Tsunagatte wa o hirogete…

Lihat pos aslinya 440 kata lagi